Tinjauan Umum Sistem Operasi Symbian (Nokia)

Sistem Operasi Nokia (Feature Phone)

Handset dalam bentuk feature phone dengan merek Nokia sempat merajai pasaran mobile phone terutama untuk feature phone.  Examiner perlu memahami beberapa system operasi yang unik yang ada dalam feature phone merek Nokia tersebut.  Sebetulnya Sistem Operasi Nokia yang ada pada feature phone bukanlah nama resmi yang disematkan oleh Nokia, melainkan platform Intelligent Software Architecture (ISA).  Platform ISA bersifat unik, artinya hanya digunakan oleh feature phone yang dibuat oleh Nokia dan tidak digunakan oleh pabrikan feature phone lainnya.  Bahasa pemrograman yang digunakan sebagian besar adalah Java Platform, Micro Edition (Java ME).  Beberapa seri feature phone Nokia yang menggunakan platform ISA tersebut adalah Nokia Series 30 dan Series 40, dimana Series 40 memiliki lebih banyak fitur dibandingkan Series 30.

Sistem Operasi Symbian pada Smartphones

Nokia menggunakan sistem operasi Symbian untuk mendukung teknologi smartphone mereka.  Kerjasama antara Nokia dan Symbian melahirkan platform Series 60 di jajaran smartphone Nokia.  Nokia sendiri bukan satu-satunya pabrikan hardware yang menggunakan Symbian sebagai sistem operasi.  Beberapa pabrikan seperti Samsung, LG, Sony Ericsson, Motorola, Fujitsu dan Sharp juga menggunakan Symbian pada produk-produk smartphone mereka.

Symbian OS baru menjadi merek dagang dimulai dari pengembangan Symbian OS 6.0 dan 6.1.  Sebelumnya, Symbian menggunakan beberapa nama yang berbeda untuk sistem operasinya.

Symbian OS 7.0 dan 7.1 digunakan pada Nokia Series 80 seperti Nokia 9300 dan Nokia 9500.  Lalu juga digunakan pada Nokia Series 90 seperti Nokia 7710 dan Nokia 7700.  Selanjutnya juga digunakan pada Nokia Series 60 seperti Nokia 3230, 6260, 6600, 6670, dan 7610.

Symbian OS 8.x digunakan pada Nokia series N, yaitu pada Nokia N80.  Lalu Symbian OS 9.x, yaitu OS 9.1 terdapat pada Nokia N73.  Pada versi ini terdapat kewajiban code signing bagi aplikasi dan adanya upgrade untuk Bluetooth support.  Versi 9.2 ditemukan pada Nokia E71, E90, N95, N82 dan N81.  Nokia 5230, 5730 XpressMusic, E72 dan N96 menggunakan OS 9.3.  Lalu versi 9.4 mendukung penggunakan SQLite dan menjadi dasar dari pengembangan Symbian^1.  Symbian^2 untuk handset yang hanya dipasarkan di Jepang dan Symbian^3 atau versi 9.5 dikenal sebagai Symban Anna untuk handset dari Nokia.  Versi 10.1 atau dikenal sebagai Nokia Belle merupakan Symbian OS yang terakhir yang digunakan semata-mata untuk Nokia.

Nokia dan Windows OS

Nokia telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pengembangan teknologi GSM dan 2G yang memungkinkan adanya layanan suara, text dan data pada teknologi komunikasi nirkabel.  Nokia dapat ditemukan di lebih dari 150 negara.  Dikenal sebagai pengguna sistem operasi Symbian, akhirnya Nokia melepaskan penggunaan Symbian pada awal tahun 2011 dan memutuskan untuk menggunakan plaftorm sistem operasi Windows Phone.

Handset Nokia yang menggunakan Symbian dipasarkan pada tahun 2011 dan Accenture telah ditunjuk sebagai organisasi yang mengelola Symbian dalam Nokia hingga tahun 2016 sebagai periode transasisi penggunaan Windows Phone OS.  Oleh karena itu, examiner mungkin menemukan handset Nokia yang menggunakan Symbian OS dan juga menemukan handset Nokia yang sudah menggunakan Windows Phone OS.  Nokia pertama kali menggunakan Windows Phone versi 7.5 dan saat ini Windows Phone 8.1 sudah menjadi stardard dan penetapan Windows 10 Mobile sudah didepan mata.

Tinjauan Umum File Backup Forensics

File backup dari smartphone merupakan bagian yang penting disamping investigasi atas perangkat smartphone itu sendiri.  Pengguna dapat men-wipe atau menghapus data secara permanen dalam smartphone tetapi tidak berarti data tersebut hilang selamanya.  Masih terdapat alternatif data dalam file backup yang tersimpan dalam komputer, media penyimpanan eksternal atau bahkan di cloud.  File backup dihasilkan ketika pengguna memilih untuk menyimpan dan membackup data atau saat proses upgrade atau downgrade atas versi Sistem Operasi yang digunakan.  Sebagai contoh, BlackBerry secara otomatis menghasilkan file backup ketika Sistem Operasi sedang dimodifikasi untuk mencegah data yang hilang ketika terjadi satu kesalahan dalam proses.  File backup tersebut diberi nama yang berbeda dengan file backup yang dibuat oleh pengguna dan mungkin memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan file backup personal. Umumnya file backup seperti ini keberadaannya tidak disadari oleh pengguna.

File backup berisi data yang mungkin oleh menurut pengguna sudah tidak ada lagi, karena sebelumnya sudah dihapus.  Pada kenyataannya, seringkali data yang sudah dihapus tadi masih terdapat dalam file backup dan dapat dipulihkan oleh examiner.  Bergantung pada jenis smartphone dan metode backup, maka banyak file backup mungkin tersedia.  Artinya perubahan data dalam smartphone akan terangkum dan tersedia dalam berbagai file backup yang ada.  Pada perangkat iOS, proses backup akan menghapus file backup terdahulu.  Namun ada kemungkinan file backup tersedia di Cloud dan dalam komputer, dan keduanya mungkin memiliki data yang berbeda bergantung seleksi backup dan tanggal proses backup.

Dalam beberapa kondisi, mungkin saja file backup atas smartphone menjadi satu-satunya opsi yang tersedia untuk proses ekstraksi data digital atas smartphone. Pada saat penulisan buku ini, terdapat lima sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh produsen smartphone yaitu Android, iOS, Nokia, Windows dan BlackBerry.  Masing-masing sistem operasi atau produsen smartphone memiliki dan menggunakan aplikasi untuk melakukan backup.  Dalam praktik smartphone forensics, seringkali lebih dari satu forensic tools dibutuhkan oleh examiner untuk secara utuh mengekstrak data dari file backup.  Selain itu-khusus untuk BlackBerry-examiner dapat memperoleh data lebih lengkap dari file backup dibandingkan data ekstraksi atas handset.  Sebaliknya, jumlah data dari file backup sangat terbatas untuk smartphone Android.

File backup dari iOS dan BlackBerry lebih umum dan sering ditemukan dibandingkan file backup Android dan Nokia, sehingga lebih jarang digunakan untuk proses restore.  Oleh karena itu, peranan file backup iOS dan Blackberry dalam proses investigasi sangat penting dan harus menjadi fokus pencarian oleh examiner.