Tinjauan Umum

Ancaman Mobile Malware

Jumlah pengguna telepon seluler terutama smartphone yang sangat besar dalam skala global, membuat para pengembang malicious software atau malware menjadikan pengguna telepon seluler sebagai target utama mereka.  Sebagai gambaran, pada tahun 2013 terdapat penjualan telepon seluler sebanyak 1,870 milyar dan sebanyak 1 milyar diantaranya merupakan smartphone.  Disisi lain, Gartner memperkirakan terdapat penurunan penjualan personal computer (PC) sebanyak 7,6% pada tahun 2013 dan diperkirakan trend ini akan berlanjut.  Sehingga dapat diprediksi terdapat kenaikan yang signifikan dari pengguna telepon seluler yang menggantikan penggunaan PC.  Fakta ini menjadi alasan utama mengapa para cybercriminal mengembangkan mobile malware secara intensif.

Riset dari Juniper Networks menunjukkan adanya peningkatan jumlah mobile malware sejak tahun 2010. Yaitu terdapat peningkatan sebanyak 155% antara tahun 2010 dan 2011 dan peningkatan sebanyak 614% antara bulan Maret 2012 hingga bulan Maret 2013.  Figur 1 menunjukkan adanya lonjakan jumlah Android malware sample tersebut.  Lonjakan ini seiring dengan lonjakan dari jumlah pengguna Android smartphone di dunia.

Figur 1: Pertumbuhan Android Malware Sample (periode November 2010-Januari 2014)

Slide1

Lembaga National Strategic Assessment (NSA) di Inggris melaporkan bahwa negara tersebut menderita kerugian lebih dari £16 milyar pada tahun 2015 dengan ancaman utama bersumber dari mobile malware yang menargetkan pengguna aplikasi finansial seperti mobile banking seiring dengan peningkatan jumlah pengguna aplikasi tersebut.  (http://www.scmagazineuk.com/uk-cyber-crime-exceeds-16-billion-losses-with-mobile-malware-a-major-threat/article/422510/)

Mobile Malware dan Platform

Data mengenai perkembangan mobile malware dan platform telepon seluler juga menunjukkan perkembangan dan perubahan yang menarik.  Pada tahun 2010, Nokia-Symbian OS dengan platform Oracle Jave merupakan target utama dari mobile malware.  Pada tahun 2011 terdapat pergeseran seiring dengan perkembangan dari pengguna smartphone Android.  Pada akhir bulan Maret 2013,  hampir 92% dari mobile malware menargetkan handset yang menggunakan Android sebagai sistem operasinya.

Menurut Kapersky Labs,  setiap bulannya terdapat 3.000 mobile malware yang baru yang menyerang handset Android. Sehingga pada akhir tahun 2012, hampir 99% populasi mobile malware menargetkan handset Android.   Oleh karena itu, masuk akal jika examiner harus memahami mobile malware yang menyerang Android.  Terutama yang berkaitan dengan kemampuan menganalisis mobile malware tersebut.

Mobile malware juga terdapat pada platform yang lain seperti iOS.  Dalam beberapa kasus terdahulu, malicious applications juga terdapat pada App Store walaupun jumlahnya relatif sedikit.  Terdapat beberapa faktor pendukung yang menyebabkan Android menjadi target utama dari mobile malware selain jumlah penggunanya yang sangat besar.  Faktor melekat seperti open-source, banyaknya jenis hardware (fragmented) yang ada di pasaran, tidak ketatnya proses verifikasi untuk menempatkan aplikasi di Google Playstore dan tidak adanya ‘push-factor’ bagi pengguna untuk meng-update versi Android menjadi yang terkini merupakan beberapa faktor pendukung handset Android menjadi target utama mobile malware.

Tipe Mobile Malware dan Potentially Unwanted Applications (PUA)

Selain mobile malware yang mengancam pengguna telepon seluler, sesungguhnya terdapat ancaman lain berupa potentially unwanted application (PUA).  Selanjutnya terdapat jenis PUA yang hanya bersifat mengganggu seperti (1) Adware (iklan), tetapi ada jenis lain seperti (2) Trackware yang mengancam privasi serta (3) Spyware yang juga dapat digunakan untuk mengumpulkan data terkait aktivitas pengguna dan bahkan data yang ada di dalam telepon seluler.

Jenis-jenis mobile malware tidak berbeda dengan jenis-jenis yang ada pada computer malware seperti Backdoor, Trojan, Worm dan Ransomware.  Tujuan dari mobile malware tersebut relatif sama dengan computer malware.  Backdoor adalah program yang dapat memberikan akses secara jauh tanpa adanya otorisasi dari pengguna atau pihak-pihak yang valid.  Trojans sebagai satu program dapat memiliki lebih dari satu tujuan serangan.  Misalnya mencuri data, mengubah user control atas handset, atau menggunakan sumber daya dari handset tanpa diketahui oleh pengguna.  Terdapat beberapa jenis dari Trojan, yaitu trojan-dropper, trojan-spy, trojan-downloader dan lain-lain.  Worms merupakan program yang dapat mereplikasi dirinya sendiri sehingga dapat memperbanyak jumlah worm ketika satu handset terhubung dengan handset lainnya atau ketika dihubungkan dengan satu media penyimpanan.

Slide2

Figur 2 menunjukkan adanya pertumbuhan yang pesat dari Adware dan RiskTool pada tahun 2014 dan 2015.

Slide3

Figur 3: Distribusi Mobile Malware yang Baru pada tahun 2014 & 2015

Trend Terakhir

Menurut laporan yang disusun oleh Kapersky pada tahun 2015, terdapat beberapa fakta yang ditemukan sepanjang tahun tersebut:

  • 961.727 malicious installation packages;
  • 884,774 new malicious mobile program-tiga kali lipat dari tahun 2014;
  • 030 mobile banking Trojans.

Beberapa trend yang ada pada tahun 2015:

  • Peningkatan jumlah malicious attachments yang sukar dihapus oleh pengguna;
  • Cybercriminal cenderung menggunakan teknik phishing agar tampak seperti aplikasi yang valid;
  • Peningkatan dalam jumlah ransomware;
  • Penggunaan super-user rights untuk aggresive advertising;
  • Peningkatan jumlah malware pada iOS
  • Tujuan mendapat keuntungan finansial (monetization motives).