Penerapan Mobile Phone Forensics pada Kasus “Texting While Driving”

Pada tanggal 14 April 2014 terjadi kecelakaan yang melibatkan 3 kendaraan pickup di Lott Rd di Alabama, Amerika Serikat.  Akibat kejadian tersebut, salah seorang pengedara pickup bernama Miranda Hamilton meninggal di lokasi kejadian.

Trooper Bruce dari Alabama State Trooper selaku penyidik kejadian tersebut menemukan fakta bahwa Jonathan Mikeal Raynes-salah seorang pengendara yang terlibat dalam kecelakaan melakukan ‘texting while driving’ yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Tersangka menyangkal tuduhan tersebut, tetapi keterangan ahli dari Paul Weathersby-information technology specialist dan digital forensics examiner dari FBI Mobile Division membuktikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Raynes mulai menggunakan mobile phone secara aktif satu jam sebelum kecelakaan;
  2. Tersangka mengirimkan instant messages atau melihat profil beberapa wanita di situs dating Badoo;
  3. Tersangka menggunakan beberapa aplikasi social media walaupun akhirnya kembali ke situs Badoo;
  4. Terakhir kali tersangka melakukan aktivitas pada mobile phone pada pukul 8:57:36 AM atau 32 detik sebelum adanya panggilan 911 atas terjadinya kecelakaan tersebut.
  5. Tersangka menyangkal bahwa mobile phone yang dimiliki menyebabkan dia kehilangan konsentrasi ;
  6. Tidak ada saksi mata yang melihat tersangka menggunakan mobile phone nya pada saat kejadian.

Di Amerika Serikat, sudah 44 negara bagian yang memberlakukan aturan yang melarang texting while driving termasuk negara bagian Alabama yang secara efektif menerapkan aturan tersebut pada bulan Agustus 2012.

Setelah mempertimbangkan semua bukti yang ada, terutama dari ahli, maka hakim memutuskan bahwa tersangka terbukti bersalah dah dihukum kurungan 10 tahun.

Sumber:

http://www.mccanninvestigations.com/media/6310/case_study_texting_and_driving.pdf