Tinjauan Umum Sistem Operasi Blackberry

Perangkat Lunak (Software ) BlackBerry

Terdapat tiga kelompok software  dari Blackberry yaitu (1) Server Side Software, (2) Desktop Software dan (3) Device Software.  Untuk Server Side Software terdapat dua jenis yaitu (1) BlackBerry Enterprise Software (BES) yaitu server side software untuk mendukung penggunaan paket software untuk corporate messaging seperti Lotus Domino, Novell GroupWise, dan (2) Microsoft Exchange yang digunakan untuk proses sinkronisasi dengan perangkat BlackBerry yang digunakan oleh perusahaan.  Umumnya software  ini dikelola oleh Bagian IT atau BES administrator yang ditunjuk.  Server Side Software yang kedua adalah BlackBerry Internet Service (BIS) yaitu software  yang digunakan untuk mendukung pengguna dalam mengkonfigurasi perangkat BlackBerry dalam menerima e-mail sampai dengan 10 akun email.

Untuk Desktop Software terdapat dua jenis software yaitu BlackBerry Desktop Manager (BDM) yang digunakan untuk proses backup, sinkronisasi dan memulihkan (recovery) data dalam perangkat BlackBerry.  Umumnya BDM terdapat pada BlackBerry OS 7.x dan sebelumnya.  Jenis yang kedua adalah BlackBerry Link yang digunakan khusus untuk perangkat BlackBerry terbaru (OS 10).  Seperti halnya BDM, BlackBerry Link digunakan oleh pengguna untuk proses backup data pengguna seperti: contacts, calendars, call logs, SMS, tasks, bookmarks, alarms, informasi WLAN dan file lainya.

Untuk Device Software, perangkat BlackBerry terdahulu menggunakan plaftorm J2ME, selain itu aplikasi dibuat dengan JAVA yang menggunakan API khusus dari RIM.  Untuk aplikasi dalam BlackBerry menggunakan ekstensi .cod atau .bar untuk OS yang lama, sedangkan pada OS 10, file ekstensi yang digunakan adalah .apk.  Perkembangan dari Device Software akan dibahas lebih detil pada bagian selanjutnya.

BlackBerry OS 7.x dan Sebelumnya

RIM mengembangkan sistem operasi yang khusus dirancang untuk dapat berjalan di Blackberry device.  Pada tahap pertama, dikembangkan Java-based OS yaitu versi 3.x dengan menggunakan J2ME dan custom APIs dari RIM.

Aplikasi dikembangkan dengan menggunakan JAVA dan dikompilasi ke dalam file .cod.  Aplikasi memiliki akses secara terbatas dan berjalan dalam “sandbox” untuk pengamanan.  Artinya satu aplikasi hanya memiliki akses atas data milik aplikasi tersebut dan tidak bagi aplikasi lain atau host OS.  Terdapat beberapa perkembangan dari setiap versi:

  • Versi 3.x: terdapat beberapa fitur seperti GSM/GPRS radio, over the air (OTA) syncing untuk kalendar dan servis Outlook dan BES;
  • Versi 4.x: enkripsi atas komunikasi, update ke BES, kemampuan untuk sinkronisasi kontak, task dan informasi personal lainna dan S/MIME (secure/multipurpose internet mail extension) email;
  • Versi 5.x: peningkatan pengamanan, memory management dan perbaikan atas fitur seperti Maps dan multimedia;
  • Versi 6.x dan 7.x: memiliki grafis yang lebih baik dan fokus pada aplikasi jejaring sosial.

BlackBerry OS 10

Blackberry Playbook merupakan produk pertama dari Blackberry yang menggunakan QNX OS yang merupakan varian dari Linux.  Walaupun produk ini terbilang gagal di pasaran, beberapa teknologi yang digunakan dalam Playbook kemudian digunakan pada produk-produk smartphone dari RIM.  Beberapa fitur yang ada dalam OS 10 adalah:

  • Voice recognition software
  • Blackberry Hub
  • Menggunakan flash untuk web browsing
  • BBM yang mendukung video chat (hanya tersedia pada BB 10).
  • Blackberry Protect
  • Blackberry World
  • Mapping technology

Perangkat yang menggunakan OS 10 antara lain Blackberry Q5, Blackberry Q10, Blackberry Z10 dan Porsche (Z10 variant) dan Blackberry Z30 (Tablet).  Sedangkan versi dari OS 10 adalah 10.0, 10.1, 10.2, 10.2.1, 10.3.0, 10.3.1 dan 10.3.2.

Tinjauan Umum File Backup Forensics

File backup dari smartphone merupakan bagian yang penting disamping investigasi atas perangkat smartphone itu sendiri.  Pengguna dapat men-wipe atau menghapus data secara permanen dalam smartphone tetapi tidak berarti data tersebut hilang selamanya.  Masih terdapat alternatif data dalam file backup yang tersimpan dalam komputer, media penyimpanan eksternal atau bahkan di cloud.  File backup dihasilkan ketika pengguna memilih untuk menyimpan dan membackup data atau saat proses upgrade atau downgrade atas versi Sistem Operasi yang digunakan.  Sebagai contoh, BlackBerry secara otomatis menghasilkan file backup ketika Sistem Operasi sedang dimodifikasi untuk mencegah data yang hilang ketika terjadi satu kesalahan dalam proses.  File backup tersebut diberi nama yang berbeda dengan file backup yang dibuat oleh pengguna dan mungkin memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan file backup personal. Umumnya file backup seperti ini keberadaannya tidak disadari oleh pengguna.

File backup berisi data yang mungkin oleh menurut pengguna sudah tidak ada lagi, karena sebelumnya sudah dihapus.  Pada kenyataannya, seringkali data yang sudah dihapus tadi masih terdapat dalam file backup dan dapat dipulihkan oleh examiner.  Bergantung pada jenis smartphone dan metode backup, maka banyak file backup mungkin tersedia.  Artinya perubahan data dalam smartphone akan terangkum dan tersedia dalam berbagai file backup yang ada.  Pada perangkat iOS, proses backup akan menghapus file backup terdahulu.  Namun ada kemungkinan file backup tersedia di Cloud dan dalam komputer, dan keduanya mungkin memiliki data yang berbeda bergantung seleksi backup dan tanggal proses backup.

Dalam beberapa kondisi, mungkin saja file backup atas smartphone menjadi satu-satunya opsi yang tersedia untuk proses ekstraksi data digital atas smartphone. Pada saat penulisan buku ini, terdapat lima sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh produsen smartphone yaitu Android, iOS, Nokia, Windows dan BlackBerry.  Masing-masing sistem operasi atau produsen smartphone memiliki dan menggunakan aplikasi untuk melakukan backup.  Dalam praktik smartphone forensics, seringkali lebih dari satu forensic tools dibutuhkan oleh examiner untuk secara utuh mengekstrak data dari file backup.  Selain itu-khusus untuk BlackBerry-examiner dapat memperoleh data lebih lengkap dari file backup dibandingkan data ekstraksi atas handset.  Sebaliknya, jumlah data dari file backup sangat terbatas untuk smartphone Android.

File backup dari iOS dan BlackBerry lebih umum dan sering ditemukan dibandingkan file backup Android dan Nokia, sehingga lebih jarang digunakan untuk proses restore.  Oleh karena itu, peranan file backup iOS dan Blackberry dalam proses investigasi sangat penting dan harus menjadi fokus pencarian oleh examiner.